KUPU-KUPU TAKDIR
Kita menggenggam asa untuk dinikmati bersama
Kita menyiraminya dengan tawa,canda,suka dan duka
Terkadang darah ikut membasuhnya
Tatkala keringat malas mengucur deras
Kuat..kuat..sabar..sabar
Bosankah kita mendengarnya?
Nyatanya itu adalah kulit pelapis tulang kita
Tak ada daging kawan...serat itu terlalu mahal untuk kita punya
Wanita macam mana yang tak akan menangis
Bahkan lelaki pun akan meraung melihat kita
Betapa kita begitu kuat merapal do'a
Karena konon katanya hanya do'a yang mampu mengubah takdir
Kawan...
Kita
Asa
Doa dan mereka
Hanya menunggu waktu untuk menjadi kupu-kupu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar